Minggu, 05 April 2015

Teknik-teknik Dasar Pemahaman Individu

Resume BK Kelompok 5



A.    Pengertian Individu
Individu berasal dari kata in dan devided. Dalam Bahasa Inggris in salah satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan divided artinya terbagi. Jadi individu artinya tidak terbagi, atau suatu kesatuan. Dalam Bahasa Latin individu berasal dari kata individium yang berarti yang tidak terbagi.
Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Bila seseorang hanya tinggal raga, fisik, atau jasmaninya saja, maka dia tidak dikatakan sebagai individu. Jadi pengertian manusia sebagai makhluk individu mengandung arti bahwa unsur dalam diri individu tidak terbagi, merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Dan sebutan individu hanya tepat bagi manusia yang memiliki keutuhan jasmani dan rohaninya, keutuhan fisik dan psikisnya, keutuhan raga dan jiwanya.
Manusia cenderung mengikuti lingkungan yang dapat menentukan sifat, sikap bahkan fisik individu tersebut. Karakteristik yang khas dari seseorang ini sering kita sebut dengan kepribadian. Setiap orang memiliki kepribadian yang membedakan dirinya dengan orang lain. Yinger, seperti yang dikutip oleh Horton dan Hunt memberikan batasan kepribadian adalah “keseluruhan perilaku seseorang yang merupakan interaksi antara kecenderungan-kecenderungan yang diwariskan (secara biologis) dengan rentetan-rentetan situasi (lingkungan).”
B.     Pengertian Pemahaman Individu
Pemahaman individu oleh Aiken (1997, hlm. 454) diartikan sebagai “Appraising the presence or magnitude of one or more personal characteristic. Assessing human behavior and mental processes includes such procedures as observations, interviews, rating, scale, check list, inventories, projective techniques, and tests”. Pengertian tersebut diartikan bahwa pemahaman individu adalah suatu cara untuk memahami, menilai atau menaksir karakteristik, potensi, dan atau masalah-masalah gangguan yang ada pada individu atau kelompok individu. Cara yang digunakan meliputi observasi, interview, teknik projektif, dan beberapa jenis tes.
C.     Pengumpulan Data
1.      Prinsip Pengumpulan Data
Prinsip-prinsip pengumpulan dan penyimpanan data, yaitu:
a.       Kelengkapan data
Terdapat beberapa kriteria untuk kelengkapan data, diantaranya:
1)      Data potensi dan data kekuatan atau kecakapan-kecakapan yang dimiliknya,
2)      Aspek intelektual, sosial, emosional, fisik dan motorik,
3)      Kebutuhan,
4)      Tantangan ancaman dan masalah yang dihadapi,
5)      Karakteristik permanen ataupun temporer.
b.      Relevansi data
c.       Keakuratan data
Empat hal yang berkenaan dengan pengumpulan data ini, yaitu:
1)      Validitas data
2)      Validitas instrumen 
3)      Proses pengumpulan data yang benar
4)      Analisis data yang tepat
d.      Efisiensi penyimpanan data
e.       Efektivitas penggunaan data
2.      Macam-macam Data
Macam-macam data yang diketahui:
a.       Kecakapan
b.      Kepribadian
1)      Fisik dan kebebasan
2)      Psikis
3)      Kegiatan : ekstrakurikuler
4)      Keunggulan-keunggulan dalam bidang: akademik. Keagamaan. Olahraga, kesenian, keterampilan, sosial, dll.
5)      Pengalaman istimewa dan prestasi yang telah diraih
6)      Latar belakang
7)      Agama dan moral
8)      Lingkungan masyarakat
3.      Sumber Data
Pemahaman individu siswa dapat dilakukan melalui beberapa sumber, yaitu:
a.       Sumber pertama yaitu siswa itu sendiri yang dapat dilakukan melalui wawancara, observasi ataupun teknik pengukuran.
b.      Sumber kedua yaitu orang tua siswa dan keluarga terdekat siswa, guru-guru yang pernah mengajar dan bergaul lama dengan siswa, temannya, dokter pribadi dan sebagainya.
4.      Aspek-aspek yang Dihimpun dalam Pengummpulan Data
Berbagai hal yang termuat di dalam himpunan data meliputi pokok-pokok data/keterangan tentang berbagai hal seluruh data itu perlu dihimpun dan disusun menurut suatu sistem yang jelas, sehingga pemasukan dan pengeluarannya (untuk dipakai) dapat dilakukan dengan mudah dan tetap terpelihara. Himpunan data pribadi sering disebut cumulative record.
Selain itu, himpunan data juga memuat berbagai karya tulis atau rekaman kemampuan siswa, catatan anekdot, hasil inventori khusus, misalnya tentang masalah-masalah yang dialami, sikap dan kebiasaan belajar, serta pelayanan yang pernah diterima masing-masing siswa.
5.      Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pengumpulan Data
Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian:
a.       Materi himpunan data yang baik (akurat dan lengkap).
b.      Data tentang individu yang tidak statis, artinya selalu mengalami perubahan.
c.       Data yang terkumpul disusun dalam format-format yang teratur rapi menurut sistem tertentu.
d.      Data dalam himpunan data itu pada dasarnya bersifat rahasia.
e.       Data yang telah dikumpulkan dapat ditambah dan dikurangi sesuai perkembangan.
6.      Manajemen dan Penggunaan Data
Dalam era teknologi informasi, manajemen data peseta didik dilakukan secara komputer. Database peserta didik perlu dibangun dan dikembangkan agar perkembangan setiap peserta didik dapat dengan mudah dimonitor. Konselor harus cermat dalam mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan data.

D.    Teknik Pemahaman
1.      Pemberian Indtrumen
Ada beberapa pertimbangan yang perlu mendapat perhatian para konselor dalam  penerapan instrumentasi bimbingan dan konseling. Antara lain yaitu:
a.       Instrumen yang dipakai haruslah yang sahih dan terandalkan.
b.      Pemakai instrument (dalam hal ini konselor) bertanggung jawab atas pemilihan instrument yang akan dipakai (misalnya tes), monitoring pengadministrasiannya dan skoring.
c.       Pemakaian instrumen, misalnya, harus dipersiapkan secara matang, bukan hanya persiapan instrumennya saja, tetapi persiapan klien yang akan mengambil tes itu.
d.      Perlu diingat bahwa tes atau instrument apa pun hanya merupakan salah satu sumber dalam rangka memahami individu secra lebih luas dan dalam.
e.       Ada dan dipergunakannya berbagai instriumen lainnya bukanlah syarat mutlak bagi pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling. Tes dan berbagai instrumen itu sekedar alat bantu.
Berbagai hal yang diperoleh konselor dari hasil tes dipergunakan konselor untuk menetapkan jenis layanan yang perlu diberikan kepada individu yang dimaksudkan. Adapun bebrapa instrument tes yaitu sebagai berikut:
1)      Tes Intelegensi (mengukur kecerdasan/tingkat IQ)
2)      Tes Bakat
3)      Tes Prestasi Belajar
2.      Teknik Wawancara
Wawancara merupakan teknik untuk mengumpukan informasi melalui komunikasi langsung dengan responden (orang yang minta informasi). Kelebihan dan kekurangan teknik wawancara adalah sebagai berikut:
a.       Kelebihan:
1)      Merupakan teknik yang paling tepat untuk mengungkapkan keadaan pribadi murid secara mendalam
2)      Dapat dilakukan terhadap setiap tingkatan umur
3)      Dapat diselenggarakan serempak dengan observasi
4)      Digunakan untuk pelengkap data yang dikumpulkan dengan teknik lain.
b.      Kelemahan:
1)      Tidak efisien, yaitu tidak bisa menghemat waktusacara singkat
2)      Sangat tergantung pada kesediaan kedua belah pihak
3)      Menuntut penguasaan bahasa dari pihak pewawancara
Dalam bimbingan dan konseling dikenal beberapa macam wawancara, yaitu:
a.    Wawancara pengumpulan data (informational interview)
b.    Wawancara konseling (counseling interview)
c.    Wawancara disiplin (diciplinary interview)
d.   Wawancara penempatan (placement interview)
3.      Observasi (pengamatan)
Ciri-ciri:
a.       Dilakukan sesuai dengan tujuan yang dirumuskan terlebih dahulu.
b.      Direncanakan secara sistematis.
c.       Hasilnya dicatat dan diolah sesuai dengan tujuan.
d.      Perlu diperiksa ketelitiannya.
Macam-macam Teknik:
a.       Observasi sehari-hari (daiily observation)
b.      Observasi sistematis (systematic observation)
c.       Observasi partisipatif (participative observation)
d.      Observasi non-partisipasif (non participative observation)
4.      Studi Kasus
Langkah-langkah Studi Kasus:
a.       Menentukan murid yang bermasalah
b.      Memperoleh data
c.       Menganalisis data
d.      Memberikan layanan bantuan
5.      Konferensi Kasus
Konferensi kasus merupakan suatu pertemuan diantara beberapa unsur di sekolah (konselor, guru-guru yang mengenal benar murid yang menjadi kasus, kepala sekolah, psikolog, dokter, petugas perpustakan, orang tua siswa atau personel lain yang mengenal dekat dengan murid) untuk membicarakan seorang atau beberapa murid yang mempunyai masalah.

0 komentar:

Posting Komentar